Archive forJuly, 2008

Media Sosial + Kampanye Parpol

Pemilu 2009 sudah di depan mata, 34 parpol yang katanya membela rakyat berjuang untuk mendapat tempat tertinggi di kancah politik Indonesia. Kampanye pun dimulai jauh sebelum hari H, 9 bulan. 270 hari +/-. Waktu yang cukup lama untuk menjangkau semua kalangan mulai dari anak SMA sampai yang sudah jompo. Siapapun yang punya KTP harus menjadi sasaran kampanye. Tak terkecuali pengguna internet. Pengguna internet di Indonesia mencapai 20% dari seluruh penduduk Indonesia. Jumlah yang signifikan.

Tapi kenapa parpol yang ada tidak melihat kesempatan ini? 34 Parpol yang besar maupun kecil tidak ada satupun yang melihat kesempatan kampanya melalui internet. Bukan, kampanye ini bukan sekedar memiliki homepage. Homepage di internet layaknya kantor cabang partai di dunia nyata. Dan memiliki website hanya kampanye pasif dimana parpol hanya menunggu pengguna untuk mengunjungi website. Yang namanya kampanye tentu sebuah usaha aktif untuk menjangkau para target kampanye.

Lalu bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai kampanye yang efektif? Mudah kok. Ada banyak pengguna internet Indonesia yang menggunakan puluhan layanan media sosial internet seperti Friendster (signifikan), Facebook(signifikan), Twitter (lumayan), Blogger (signifikan), dan masih banyak layanan lain yang tersebar di internet. Cara mencapai mereka sebenarnya mudah sekali yaitu menjadi bagian dari mereka. Daftarkan saja parpol anda di layanan - layanan tersebut, bangun jaringan sosial dengan semua target kampanye, tapi jangan menjadi spammer yang hanya mengedepankan iklan - iklan untuk memilih anda. Jika anda hanya memposting mengenai kegiatan partai, propaganda untuk memilih partai anda, atau orasi partai, tentu saja anda akan ditinggalkan. Hebatnya dari media sosial anda semua orang bisa mendengar dan didengar, hubungan 2 arah ini lah yang menjadikan media sosial sebuah alat yang efektif dan efisien. Jangkau semua target kampanye, biarkan mereka berbicara mengenai pikiran mereka, dengar mereka bicara, dan beri solusi dan bukan janji bullshit seperti yang selama ini anda lakukan.

Pada akhirnya saya sama sekali tidak suka yang namanya politik, namun melihat kesempatan yang sebesar ini dan tidak ada yang memanfaatkan tentu membuat saya gatal untuk menulis. :-)

Technorati Profile

Comments

Kenyamanan User Itu Penting!

Comments

Dimanakah anda sekarang?

Mungkin ini adalah pertanyaan yang normal.. pada umumnya ditanyakan oleh rekan anda suatu saat. Melalui pertanyaan - pertanyaan simple seperti ini yang bisa dimanfaatkan sebagai fitur tambahan atau bahkan fitur utama dari sebuah prospek bisnis. Brightkite, sebuah jaringan sosial berbasis lokasi yang memanfaatkan API Google Maps dan Yahoo API. Menjawab pertanyaan “Dimanakah anda?” sekarang bisa menggaungkan jawaban anda ke seluruh dunia, dan tentu saja dengan sentuhan “2.0″ dimana anda bisa terus memfollow keberadaan rekan - rekan anda. Tapi sayangnya Brightkite ini tidak terlalu efektif untuk para pengguna di luar Amerika, karena keterbatasan pada Google Maps dan Yahoo API-nya.

( profy.com )

( http://www.seomoz.org )

Layanan berbasis lokasi lainnya yaitu Yelp! yang dengan efektif menyediakan layanan pencarian tempat - tempat seperti restoran, hotel, kafe, shopping, klub, dll. Namun lagi - lagi terbatas hanya di beberapa kota seperti San Fransisco, Chicago, Boston, dll.

Diluar dari berbagai kekurangan yang ada dari layanan berbasis luar negeri, prospek untuk sebuah layanan sosial berbasis lokasi di Indonesia masih sangat besar. Minat masyarakat internet pada jaringan sosial seperti Twitter, Plurk, sangatlah tinggi dan tentu saja prospek ini sangat menguntungkan. Namun, adakah penyedia layanan yang mampu menyediakan layanan seperti ini?

Comments

Pilih Twitter atau Plurk?

Setelah banyak pihak yang kecewa dengan kinerja Twitter yang bermasalah dengan downtime yang parah ( hampir sekali sehari ) akhirnya bermunculan “saingan” dari Twitter yaitu Plurk. Plurk ini disebut - sebut sebagai saingan dari Twitter, namun banyak pula yang kurang setuju pembandingan antara Twitter dengan Plurk, meskipun tidak sedikit orang yang lebih pesimis pada Plurk. Memang argumentasi yang menarik menyatakan bahwa banyaknya perbedaan antara Twitter dengan Plurk. Jika kita melihat sebuah halaman public_timeline pada twitter maka akan tampak berbeda dengan halaman timeline pada Plurk. Terlihat jelas dengan dari tampilannya toh?

Tentu saja dari konsep social networking pun sangat jauh berbeda. Plurk memiliki tambahan konsep “karma” untuk menjadikan proses plurking lebih menarik dan sebagai motivasi dengan reward - reward tertentu. Jika karma anda cukup tinggi maka anda dapat mengkustomisasikan halaman plurk anda lebih bebas daripada user dengan karma yang lebih sedikit. Pada twitter hal ini tidak ada dan mengandalkan sepenuhnya tweet dan re-tweet. Namun keunggulan twitter lebih kepada pengenalan konsep micro-blogging secara meluas dan signifikan ke seluruh dunia, dan Plurk hanya melanjutkan pekerjaan twitter dengan memberikan fasilitas lebih banyak dan interativitas antar plurker yang didukung Javascript yang lebih extreme.

Konsep - konsep yang diretas oleh Twitter antara lain konsep “Follow” dimana kita mengikuti update status dari sesama anggota, lalu konsep sms-based updates 140 karakter, dan masih banyak lainnya.

Selain kesamaan ataupun perbedaan konsep yang mendasar, Twitter dan Plurk tidak dapat dibandingkan dengan mengingat bahwa para pengguna Twitter tetap dapat menggunakan Plurk tanpa ada intervensi satu sama lain, dan bahkan saling mendukung.

( from techipedia.com )

Comments (4)

Identi.Ca Microblogging Service

Pernah pake Twitter?? Kadang - kadang ketika kita lagi tweeting seringkali kita melihat gambar ikan paus sedang diangkat oleh burung2 kecil yang mengindikasikan bahwa server twitter sedang kewalahan memproses tweet yang masuk. Hal ini mungkin akibat kurangnya antisipasi dari Obvious Inc,. ( pengelola Twitter ) dalam menyiapkan server yang kuat.

Tapi tenang saja, sekarang muncul layanan microblogging baru yang menjamin server power yang kuat menghadapi ribuan update status per detik. Layanan ini bernama Identi.ca yang dikelola oleh Control Yourself Inc,. dan memanfaatkan engine microblogging dari Laconica. Layanan ini tentu akan mengancam keberadaan Twitter namun inilah persaingan.

Ketika saya coba ternyata tidak terlalu jauh berbeda dari Twitter selain perubahan dari “follow” menjadi “subscribe”.. yah, seperti Identica masih mengikuti layout dan sistem kerja dari Twitter. Hal ini terlihat dari arsitektur informasi yang mirip sekali dengan Twitter. Ingin coba? silahkan browse ke sini.

Comments

« Previous entries