Media Sosial + Kampanye Parpol

Pemilu 2009 sudah di depan mata, 34 parpol yang katanya membela rakyat berjuang untuk mendapat tempat tertinggi di kancah politik Indonesia. Kampanye pun dimulai jauh sebelum hari H, 9 bulan. 270 hari +/-. Waktu yang cukup lama untuk menjangkau semua kalangan mulai dari anak SMA sampai yang sudah jompo. Siapapun yang punya KTP harus menjadi sasaran kampanye. Tak terkecuali pengguna internet. Pengguna internet di Indonesia mencapai 20% dari seluruh penduduk Indonesia. Jumlah yang signifikan.

Tapi kenapa parpol yang ada tidak melihat kesempatan ini? 34 Parpol yang besar maupun kecil tidak ada satupun yang melihat kesempatan kampanya melalui internet. Bukan, kampanye ini bukan sekedar memiliki homepage. Homepage di internet layaknya kantor cabang partai di dunia nyata. Dan memiliki website hanya kampanye pasif dimana parpol hanya menunggu pengguna untuk mengunjungi website. Yang namanya kampanye tentu sebuah usaha aktif untuk menjangkau para target kampanye.

Lalu bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai kampanye yang efektif? Mudah kok. Ada banyak pengguna internet Indonesia yang menggunakan puluhan layanan media sosial internet seperti Friendster (signifikan), Facebook(signifikan), Twitter (lumayan), Blogger (signifikan), dan masih banyak layanan lain yang tersebar di internet. Cara mencapai mereka sebenarnya mudah sekali yaitu menjadi bagian dari mereka. Daftarkan saja parpol anda di layanan - layanan tersebut, bangun jaringan sosial dengan semua target kampanye, tapi jangan menjadi spammer yang hanya mengedepankan iklan - iklan untuk memilih anda. Jika anda hanya memposting mengenai kegiatan partai, propaganda untuk memilih partai anda, atau orasi partai, tentu saja anda akan ditinggalkan. Hebatnya dari media sosial anda semua orang bisa mendengar dan didengar, hubungan 2 arah ini lah yang menjadikan media sosial sebuah alat yang efektif dan efisien. Jangkau semua target kampanye, biarkan mereka berbicara mengenai pikiran mereka, dengar mereka bicara, dan beri solusi dan bukan janji bullshit seperti yang selama ini anda lakukan.

Pada akhirnya saya sama sekali tidak suka yang namanya politik, namun melihat kesempatan yang sebesar ini dan tidak ada yang memanfaatkan tentu membuat saya gatal untuk menulis. :-)

Technorati Profile

Leave a Comment